Hindari 3 Hal Ini saat Menghadapi Pertengkaran dalam Rumah Tangga

Hindari 3 Hal Ini saat Menghadapi Pertengkaran dalam Rumah Tangga – Pada setiap rumah tangga pasti pernah mengalami pertengkaran dengan pasangannya, baik pertengkaran kecil maupun pertengkaran besar yang bisa mengakibatkan perceraian. Bahkan, keluarga dari sahabat nabi juga pernah bertengkar dengan pasangannya. Salah satunya terjadi dalam rumah tangga  Ali bin Abi Thalib bersama Fatimah radhiyallahu ‘anhuma.

Jika dibandingkan dengan keluarga kita, tentu hal tersebut bukanlah apa-apa. Meskipun keduanya merupakan orang-orang terpilih, tetapi terkadang terjadi pertengkaran juga dalam rumah tangga mereka, layaknya rumah tangga manusia pada umumnya.

Akan tetapi, pertengkaran yang terjadi pada keluarga orang-orang baik tentu sangat berbeda dibandingkan dengan pertengkaran dalam keluarga orang-orang yang tidak memahami agama. Jika Anda bertengkar dengan pasangan, hindari melakukan tiga hal berikut ini:

Hindari KDRT

Lewat firman-Nya di dalam Al-Qur’an, Allah membolehkan seorang suami memukul istrinya saat menghadapi pertengkaran dalam rumah tangga, apabila seorang istri tidak mau taat. Hal tersebut tertuang dalam surat An-Nisa ayat 34 yang berbunyi:

“Istri-istri yang kau khawatirkan tidak taat, nasehatilah mereka dan pisahkanlah tempat tidurnya, serta pukullah mereka. Kemudian, apabila mereka taat padamu, maka janganlah kau mencari-cari cara agar ia kesusahan.” (QS. An-Nisa: 34)

Akan tetapi, izin Allah tersebut tidak mutlak berlaku sehingga seorang suami bisa bebas meluapkan kemarahannya dengan memukul atau menganiaya sang istri. Dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan mengenai bolehnya memukul istri, yaitu:

– Jangan memukul di daerah kepala. Hal ini tertuang dalam sabda Rasulullah yang berbunyi, “Jangan memukul wajah.”

– Jangan memukul dengan pukulan yang menyakitkan, sebagaimana yang tertuang dalam hadist, “Apabila seorang istri melakukan pelanggaran, maka pukullah ia dengan pukulan yang tidak menyakitkan.”

Hindari Caci-Maki

Ucapan buruk atau caci maki yang diucapkan secara terang-terangan merupakan hal yang dibenci oleh Allah. Maka dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberi nasihat kepada umatnya agar tidak mencaci pasangannya ketika menghadapi pertengkaran dalam rumah tangga.

Umat Muslim juga dilarang membawa-bawa nama orang tua atau keluarga. Di mana, mereka umumnya bukanlah bagian dari masalah yang dihadapi dalam rumah tangga tersebut.

Jaga Rahasia Keluarga

Setelah berumah tangga, hendaklah seseorang menjaga agar masalah dalam rumah tangganya menjadi rahasia berdua saja bersama pasangan. Sebab, masalah akan lebih mudah diselesaikan jika tidak melibatkan banyak pihak. Rasulullah telah memberi nasihat dalam sabdanya, “Janganlah engkau mendiamkan istrimu kecuali di dalam rumah.”

Apabila seorang suami perlu mendiamkan istri akibat suatu masalah, maka kondisi tersebut jangan sampai tersebar keluar dan diketahui orang lain. Terkecuali jika Anda ingin berkonsultasi dengan pihak lain untuk membantu Anda dan pasangan dalam menghadapi pertengkaran dalam rumah tangga, maka Anda bisa melaporkannya kepada hakim, KUA, atau ustadz.

Selain tiga poin di atas, ada satu hal yang sangat perlu dihindari dalam rumah tangga, terlebih ketika rumah tangga sedang mengalami masalah, yaitu jauhilah orang-orang yang berpotensi mengadu domba.

Apabila dalam rumah tangga terdapat suatu masalah, lalu istri menceritakan kepada orang tuanya dan timbullah rasa kasihan dari mereka, bisa menyebabkan timbulnya permusuhan antara orang tua istri dan mertuanya. Tak hanya itu, suami juga akan menganggap mertuanya suka ikut campur urusan rumah tangganya, yang akhirnya akan menimbulkan masalah baru.

Itulah hal-hal yang mesti Anda hindari ketika menghadapi pertengkaran dalam rumah tangga. Cobalah untuk saling terbuka dan berbicara dari hati ke hati dengan pasangan untuk mencari solusinya bersama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Chat Via Whatsapp