Amalan Doa Pengasihan Balik Rasa, Melembutkan Sikap Pasangan yang Ingin Bercerai

Membangun rumah tangga yang bahagia, tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Kadangkala dalam rumah tangga hadir berbagai macam masalah.

Jika permasalahan kecil, seperti perbedaan ego bisa diselesaikan dengan cara saling pengertian dengan bertoleransi. Tapi, bagaimana jika terjadi sebuah permasalahan yang sangat berat hingga berujung pada perceraian ? Pasti Anda tidak mau rumah tangga Anda kandaskan?

Karena itu, Saya akan berbagi kepada Anda amalan pengasihan, yang fungsinya untuk melembutkan hati pasangan. Mengembalikan rasa cinta pasangan sebagaimana saat awal terjalin hubungan. Amalan pengasihan ini bisa juga disebut pengasihan balik rasa.

Tata caranya:

Pertama, lakukanlah puasa selama 7 hari. Puasanya adalah puasa biasa, bukan puasa mutih. Waktu berbuka dan sahur pun sama seperti puasa Ramadhan. Hanya saja saat berbuka dan sahur tidak boleh makan makanan yang mengandung nyawa.

Selama 7 hari tersebut, setiap malam sholat hajat 2 rakaat. Kemudian duduk menghadap kiblat, sembari masih dalam kondisi masih punya wudhu.

Lalu bacalah surat An-Nas atau qul audzu birobbin nas sebanyak 1000 kali. Setiap kali selesai 100 bacaan. Bacalah doa berikut:

Tawakkalu ya Ayyuhal waswasul khon naa, khayyiju waj-dzibu qolba… (sebutkan nama suami/istri Anda) bin/binti (sebutkan nama Ayahnya)….. bi mahabbati wa mawaddati bi haqqi haa dzihis suuratis syarifati aluuhan aluuhan al ajalassaa’ah assaa’ah

 

Jika karena suatu sebab tidak tahu nama ayah dari pasangan, missal, pasangan Anda adalah anak yatim yang tidak tahu ayahnya. Maka penyebutan bin/binti disebut “bin/binti adam”

 

Lakukan amalan ini secara istiqomah. Sekalipun sudah melewati masa 7 hari puasa. Tetap lakukan amalan ini setiap malam.

Ada baiknya bagi Anda untuk tahu, apa saja yang menjadi penyebab terjadinya perceraian. Sebab permasalahan rumah tang, tentu akan mudah terselesaikan jika Anda tahu dari mana akar permasalahannya.

Dengan begitu, Anda pun tahu langkah apa saja unuk menyelesaikan permaslasahn tersebut. Di antara, penyebab masalah rumah tangga yang berujung pada perceraian misalnya.

 

  1. Tidak Memiliki Pekerjaan Tetap

 

Angka perceraian menyebutkan rata-rata kasus perceraian disebabkan oleh suami yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Kenapa bisa begitu ? Tentu saja jika Anda dan pasangan bukan berasal dari keluarga kaya raya pastinya setelah menikah membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 

Permasalahan rumah tangga akan sering terjadi karena ketidakmampuan ekonomi. Setelah terjadinya kemampuan ekonomi keluarga lemah, masalah seperti kekurangan sandang, pangan, papan akan menjadi pokok persoalan rumah tangga.

 

  1. Menikah di usia Remaja

 

Jika Anda adalah orang yang belum dan akan menikah, alangkah baiknya memikirkan umur Anda. Sebab, pernikahan yang ideal adalah bagi pasangan yang sudah cukup matang (umur 24-25 tahun).

 

Jadi, bagi Anda yang hendak menikah jangan sampai dibawah umur 20 tahun atau diatas 32 tahun. Mungkin, pola pikir dewasa baru bisa terbentuk oleh orang yang berumur 24 tahun keatas, sehingga permasalahan rumah tangga bisa diselesaikan secara dewasa.

 

  1. Sering Memandang Rendah Pasangan

 

Memandang rendah suami atau istri bisa memicu pertengkaran yang berujung pada perpisahan. Siapa sih yang tahan jika dihina dan direndah-rendahkan oleh pasangan sendiri ? Jika hanya sekali duakali masih bisa dimaafkan, tetapi jika setiap hari selalu saja merendahkan hanya karena masalah kecil, tentu banyak yang tidak tahan.

 

Selain itu, pasangan juga tidak akan betah apabila sering mendapat kritikan berlebih atas setiap yang di lakukan tanpa pernah dihargai. Jadi, cobalah untuk saling mengerti dan menghargai.

 

  1. Mengungkit Masa lalu dan Membuka Aib

 

Menikah berarti menerima keadaan pasangan baik dahulu, sekarang ataupun nanti. Apabila terjadi sebuah perselisihan resiko terjadi perceraian akan lebih besar jika Anda mengungkit masa lalu pasangan atau membuka aibnya.

 

Dalam sebuah studi, mengatakan bahwa pasangan yang memiliki aib dan cenderung diungkit akan menyebabkan resiko perceraian menjadi tinggi. Solusinya adalah menahan emosi dan melupakan aib masalalu pasangan.

 

  1. Tidak Mau Menyelesaikan Masalah

 

Enggan dalam menyelesaikan masalah dan menghindar dari konflik juga termasuk dalam salah satu penyebab perceraian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Chat Via Whatsapp